LOMBOK – Maraknya kasus Narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang di lihat dengan banyaknya kasus di kepolisian baik pengedar maupun bandar membuat Pegiat Anti Narkoba (PANA) NTB khawatir.

M Samsul Qomar selaku Ketua PAMA NTB menegaskan, Sejalan dengan Komitmen Kapolda NTB Irjen Hadi Gunawan PANA Siap bekerja sama dalam

Menekan angka penyalahgunaan narkoba di NTB yang saat ini merah.

“Kita siap membantu dan bekerjasama dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena Narkoba sangat berbahaya bukan hanya menghancurkan masa depan anak muda kita, juga salah satu penyebab aksi kriminalitas,” kata M Samsul Qomar.

Dilanjut MSQ sapaan akrabnya, saya sendiri melihat dan berdialog langsung dengan beberapa mantan pelaku tidak banyak dari mereka berhenti dalam penyalahgunaan narkoba setelah selesai masa hukuman.

Banyak yang kambuh lagi karena pergaulan dan circle mereka yang masih aktif.

Cara yang cepat memang mencari jaringan dan memutusnya agar mantan maupun yang masih aktif ini tidak kembali melakukan kejahatan yang sama.

Untuk pelaku pengedar di Loteng saja ada 80 % napi yang sedang di sidangkan dan sudah divonis. Artinya angka ini mendominasi narapidana yang ada dan ini sangat mengkhawatirkan sekali.

“Wakil Bupati Loteng HM Nursiah pernah berjanji akan mendirikan BNNK memang belum terwujud dan janji ini harus di laksanakan siapapun yang terpilih nanti menjadi bupati Loteng,” jelas MSQ.

Kita penting punya BNN paling tidak ada yang secara khusus menangani soal Narkoba ini.

Kami akan melakukan audensi dengan Pak Kapolda selepas Pilkada untuk mencari formula dan bekerja sama menekan angka penyalahgunaan narkoba di NTB.

Untuk para pemakai memang jalan rehabilitasi harus di ambil karena mereka ini kan sakit harus di sembuhkan dulu kalau mereka di penjara khawatir mereka akan menjadi pelanggan tetap kembali, Tutupnya. (V)