Lombok Tengah – Kasus Narkoba yang menyeret Kapolres Bima Kota beserta Kasat Narkobanya mencoreng nama baik Kepolisian Republik Indonesia. malah kasus ini sekaligus memicu reaksi masyarakat agar Polda NTB juga mengusut beberapa dugaan Aparat Kepolisian yang bermain main dengan Narkoba ini.

Di wilayah hukum Lombok Tengah sendiri, Aliansi Masyarakat Anti Rasuah ( AMARAH ) NTB mendapatkan informasi valid adanya upaya oknum anggota Polres Loteng bermain main dengan kasus bahkan berujung dugaan pungli.

Ketua Li Tipikor Sapari alias Fahri mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa ada oknum di satuan Narkoba Polres Loteng yang menerima uang untuk membebaskan terduga narkoba beberapa waktu lalu .

Kita sudah menerima pengaduan ada yang di tangkap karena kepemilikan dan terduga pengedar Narkoba namun di lepaskan tapi tidak gratis ,” Ujar pria Gondrong tersebut.

Dari data yang di peroleh pihaknya baru dua sampai tiga orang yang memberikan uang (tebusan) masih di dalami pihaknya.

Di tempat yang sama Agus Sukandi Ketua Deklarasi NTB menambahkan jumlah uang yang di duga di serahkan kepada oknum tersebut antara 50 juta rupiah sampai 70 juta rupiah. Dari pengakuan para terduga ini memang itu permintaan oknum di sana mereka siap membeberkan ke Propam jika di minta kesaksiannya.

Dengan adanya dugaan pungli ini tentu masyarakat menjadi curiga dan mengaitkan kenapa peredaran Narkoba tidak bisa di hentikan karena ada ulah oknum polisi yang mengambil keuntungan dari kasus ini.

Sementara Adipati Ketua LSM Gapura mengaku sudah melakukan investigasi awal terhadap informasi tersebut dan di dapat nama nama yang memang di duga menjadi pengedar dan bandar namun selalu lolos dari penggerebekan aparat.

“saya tidak faham itu lolos atau sengaja di loloskan masa iya pengedar dan Bandar lebih canggih dari polisinya sendiri,” Sindirnya.

Farid anggota Kawal NTB menyambung informasi tersebut sudah bukan lagi rahasia umum dan AMARAH NTB akan mengungkapkan semua ke Publik senin besok. “Saya akan mengungkap semua praktik praktik yang di lakukan oknum polisi ini serta kami juga sudah miliki bukti bukti terkait pungli dan lainnya,” Tegas Farid.

Rencana aksi akan di lakukan pada senin 16 Februari yang akan diikuti ratusan masa. Kita juga akan menyampaikan beberapa hal penting terkait peredaran Narkoba di Loteng karena seyogyanya jika polisi mau, tidak akan sulit untuk menangkap dan mengungkap para pelaku.

Sejauh ini sudah 10 tahun Polres Loteng tidak pernah berhasil menangkap Bandar Narkoba. Tapi kalau pemakai sering dan 80 persen isi penjara itu pemakai dan pengedar kelas teri.” tutup L Ahadi Wiraguna Ketua Laknas NTB.