Lombok Barat, Korancepat.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (Lobar) menyiapkan strategi pembelajaran khusus selama bulan suci Ramadhan dengan menekankan penguatan nilai keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik, tanpa mengesampingkan mutu proses akademik.

Kepala MAN Lobar, H. Kemas Burhan, M.Pd., mengatakan bahwa agenda kegiatan Ramadhan telah disusun lebih awal melalui musyawarah bersama dewan guru. Perencanaan tersebut kemudian diselaraskan dengan Surat Edaran (SE) Bersama Menteri Agama dan Menteri PAN-RB yang mengatur pola pembelajaran selama Ramadhan.

“Sejak awal kami sudah menyiapkan desain kegiatannya. Setelah SE terbit, alhamdulillah seluruh rencana yang kami susun tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah,” ujarnya kepada media, Sabtu (14/2).

Selama Ramadhan, MAN Lobar akan memaksimalkan aktivitas ibadah secara terstruktur dan berkelanjutan. Sejumlah program yang dijalankan antara lain:

* Kewajiban berwudu sebelum berangkat ke madrasah, guna menciptakan suasana khusyuk sejak awal kegiatan.

* Shalat Duha berjamaah setiap pagi bagi seluruh siswa.

* Tausiah singkat Ramadhan, menghadirkan guru maupun tokoh agama.

* Kegiatan variatif dan kuis bernuansa Ramadhan untuk menjaga semangat dan partisipasi siswa.

Program unggulan tahun ini adalah gerakan khataman harian dengan slogan “One Day One Khatmul Qur’an.” Sebanyak 723 siswa dibagi ke dalam 30 kelompok (halakah), di mana setiap kelompok membaca satu juz Al-Qur’an.

Wakil Kepala Bidang Humas, Sahimi, M.Pd., menjelaskan bahwa dengan sistem tersebut, dalam satu hari seluruh siswa dapat menyelesaikan 30 juz secara bersama-sama. Setiap kelompok didampingi minimal dua guru guna memastikan pembinaan berjalan efektif dan tertib.

“Program tadarus sebenarnya sudah rutin kami laksanakan setiap Ramadhan. Namun tahun ini kami tingkatkan dengan target khatam setiap hari agar capaian lebih terukur,” jelasnya.

Selain itu, madrasah juga mengemas kegiatan dengan pendekatan variatif seperti kuis Ramadhan dan penampilan bakat bernuansa religius untuk menjaga semangat belajar siswa.

Meski kegiatan keagamaan menjadi prioritas, MAN Lobar tetap melaksanakan pembelajaran sesuai ketentuan dalam SE Bersama. Agenda ibadah berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WITA, kemudian dilanjutkan dengan asesmen formatif dan kegiatan akademik.

Dalam jadwal yang telah ditetapkan, terdapat masa libur nasional pada 16–17, dilanjutkan belajar mandiri di rumah pada 18–21 dengan pendampingan orang tua, serta kembali ke pembelajaran tatap muka pada 22–23.

Pihak madrasah menilai perpaduan antara penguatan iman dan evaluasi pembelajaran merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara pembinaan karakter dan pencapaian akademik.

H. Kemas menegaskan bahwa seluruh program Ramadhan dirancang untuk menanamkan nilai ketakwaan dan akhlakul karimah pada peserta didik. Ia juga mengajak orang tua untuk mempercayakan proses pembinaan karakter kepada pihak madrasah.

“Semua pembiasaan dan pendisiplinan ini kami lakukan semata-mata demi kebaikan anak-anak kita. Harapannya, kebiasaan baik selama Ramadan terus berlanjut setelah bulan suci berakhir,” tegasnya.

Didukung sekitar 60 tenaga pendidik dan kependidikan serta keterlibatan tokoh agama dalam pengisian tausiah, MAN Lombok Barat optimistis program Ramadhan tahun ini berjalan tertib dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan spiritual serta karakter siswa.