Korancepat.com – Lombok Tengah – Kontroversi muncul di Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Lombok Tengah (Loteng) terkait dugaan permintaan uang pelicin untuk penunjukan Ketua Kloter Haji bagi musim haji 2027 dan penerimaan tenaga Honorer. Sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa Kepala Kemenhaj Loteng tampak bersikap subyektif dalam proses pengusulan, serta tidak memperhatikan aspek profesionalisme dalam penentuan posisi tersebut.
Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa pegawai ASN senior dengan pangkat lebih tinggi tidak menjadi prioritas untuk posisi Ketua Kloter Haji, melainkan pegawai berstatus PPPK yang lebih diutamakan. Hal ini semakin menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi dalam proses seleksi ini.
Rapat pengusulan yang diadakan oleh Kepala Kemenhaj Loteng melibatkan para staf untuk menentukan ketua kloter yang diusulkan. Dalam pertemuan tersebut, dua ASN senior disepakati untuk diusulkan. Namun, dalam perkembangan berikutnya, diduga terjadi intervensi, yang menyebabkan salah satu ASN senior digantikan oleh pegawai PPPK, menimbulkan spekulasi tentang adanya permainan dalam proses ini.
Sebuah sumber tambahan dari instansi itu, seorang tenaga honorer, juga mengonfirmasi adanya permintaan uang pelicin. Ia menyatakan bahwa dirinya diminta menyerahkan uang tersebut langsung di kantor, dengan kisaran nominal yang diminta antara Rp. 5.000.000 hingga Rp. 10.000.000. Lebih jauh, mereka juga dikabarkan akan mengalami pemotongan gaji yang signifikan saat penerimaan rapel gaji nanti.
Proses pengusulan dan dinamika koordinasi yang terjadi dinilai tidak bijaksana dan wajar untuk dipertanyakan. Menteri Haji beserta jajarannya, baik di tingkat pusat maupun provinsi, diharapkan dapat memberikan perhatian serius dan melakukan pembinaan terhadap pejabat yang terlibat dalam praktik-praktik tidak etis ini. Monitoring ke lapangan serta tindakan tegas perlu diambil agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi aparatur lainnya.
H. Lalu Samsul Hadi, Kepala KemenHaj, ketika dihubungi melalui WhatsApp, meminta untuk bertemu secara langsung untuk membahas permasalahan ini. “Nanti kita diskusi saudara biar jelas prosesnya seperti apa,” ujarnya singkat pada Jumat (18/09/26).










