Korancepat – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari kesiapan armada kapal, pendirian posko terpadu, hingga koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait.
General Manager Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, mengatakan bahwa ASDP secara rutin berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk memastikan kelancaran dan keselamatan penyeberangan selama periode Nataru.
“Untuk Nataru, kami selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan stakeholder terkait, seperti BPTD, KSOP, operator kapal, dan pihak lainnya, dalam rangka menyukseskan kegiatan Nataru 2025–2026,” ujar Handoyo saat ditemui di ruangannya Jum’at (19/12/25).
Ia menjelaskan, sejak 20 Desember, ASDP telah menyiapkan posko terpadu di Pelabuhan Lembar sebagai pusat pengendalian dan pelayanan selama masa libur akhir tahun. Posko tersebut melibatkan unsur gabungan dari Polri, TNI, KSOP, BPTD, Basarnas, serta pihak asuransi.
Dari sisi armada, ASDP menyiapkan 24 kapal, dengan 20 kapal dalam kondisi siap operasi, sementara empat kapal lainnya masih menjalani proses docking. Seluruh kapal yang siap operasi berada dalam status siaga penuh untuk melayani pengguna jasa penyeberangan.
“Dua puluh kapal ini sudah kami rapatkan bersama operator kapal dan semuanya siap siaga untuk melayani masyarakat selama Nataru,” jelasnya.
Terkait arus penumpang, Handoyo menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terjadi lonjakan signifikan dan kondisi masih terpantau normal. Namun, peningkatan volume penumpang diperkirakan mulai terjadi pada akhir pekan.
“Untuk hari ini belum ada lonjakan. Mungkin mulai hari Sabtu sudah mulai terlihat peningkatan,” katanya.
Sementara itu, dari sisi tarif, ASDP memastikan tidak ada kenaikan harga tiket. Bahkan, ASDP memberikan diskon tarif selama periode 22 Desember hingga 10 Januari sebagai bagian dari program kerja sama antara Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan ASDP.
“Diskon ini hanya berlaku selama Nataru dan tidak untuk semua jenis kendaraan. Kendaraan penumpang seperti sepeda motor, kendaraan pribadi, dan bus mendapatkan diskon, sedangkan truk tidak,” ungkap Handoyo.
Diskon tersebut diberikan dalam bentuk pengurangan tarif tiket masuk pelabuhan yang terintegrasi dalam sistem tiket terpadu, dengan rata-rata potongan mencapai 6,5 persen dari tarif normal.
Menutup keterangannya, Handoyo menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Nataru tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan didukung oleh kondisi cuaca yang bersahabat.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga pengguna jasa bisa menikmati perjalanan dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Padangbai dan sebaliknya. Kami juga mengimbau masyarakat, apabila melihat kondisi cuaca kurang baik, agar menunda perjalanan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.










