Korancepat – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar), H. Abubakar Abdullah, menilai Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata strategis dan unggulan di Lobar. Penilaian tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Desa Giri Sasak, yang dirangkaikan dengan kegiatan jalan sehat dan dialog bersama Pemerintah Desa, bertempat di Aula Kantor Desa Giri Sasak.

Dalam kunjungan tersebut, Abubakar mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir langsung di tengah masyarakat Desa Giri Sasak. Ia menilai, potensi geografis, bentang alam, serta kekayaan budaya desa ini sangat menjanjikan apabila dikelola secara terencana, terarah, dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hari ini kami merasa bahagia dan bersyukur bisa hadir di Desa Giri Sasak. Selama ini saya beberapa kali melintas di wilayah ini, dan saya melihat potensi desa wisata di sini sangat kuat. Tinggal bagaimana diberi sentuhan kreatif serta dukungan kebijakan pemerintah agar penataannya bisa maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu keunggulan utama Desa Giri Sasak adalah letak geografis yang sangat strategis, karena berada di titik tengah berbagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Pulau Lombok.

“Desa Giri Sasak ini dekat dengan ibu kota provinsi, kawasan Mandalika, bandara internasional, pelabuhan laut internasional, serta kawasan perkotaan. Secara posisi, desa ini berada di tengah. Ini merupakan modal besar yang tidak dimiliki semua desa,” jelasnya.

Selain itu, Abubakar juga menyinggung keberadaan Gunung Sasak yang memiliki nilai historis dan simbolik bagi masyarakat Lombok. Menurutnya, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai ikon wisata budaya dan sejarah, yang dapat memperkuat identitas Desa Giri Sasak di tingkat regional.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, namun harus disertai penataan destinasi yang terencana, penguatan atraksi budaya, kuliner lokal, serta konsep wisata yang mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama.

“Tantangannya bukan hanya bagaimana orang mau datang, tetapi bagaimana orang yang datang mau tinggal lebih lama, menikmati atraksi budaya, kuliner, dan panorama alamnya. Dari puncak bukit hingga hamparan sawah yang hijau, Desa Giri Sasak ini memiliki panorama yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan sejumlah desa wisata nasional, seperti Desa Penglipuran di Bali, yang mampu menarik wisatawan secara berkelanjutan berkat konsistensi penataan dan konsep wisata yang jelas.

Dalam dialog bersama Pemerintah Desa , Wakil Ketua DPRD Lobar menekankan pentingnya penyusunan master plan pengembangan desa wisata yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pelaku pariwisata, UMKM, pemuda, serta media.

“Perlu ada master plan yang matang. Kolaborasi dengan akademisi dan tenaga ahli sangat penting agar ide-ide pengembangan desa wisata ini memiliki dasar yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan promosi berbasis media sosial di era digitalisasi saat ini, sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan potensi desa ke tingkat yang lebih luas.

“Sekarang semua serba digital. Kalau tidak mengikuti perkembangan digital, kita akan tertinggal. Cara mengemas potensi desa, pemandangan dari atas bukit, hingga aktivitas pertanian tradisional, bisa menjadi daya tarik besar jika dipromosikan dengan baik,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Abubakar mendorong agar seluruh gagasan dan rencana pengembangan desa wisata dimasukkan ke dalam dokumen Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa, sehingga dapat dikawal dan disinergikan hingga tingkat kabupaten.

“Pak Kepala Desa mengusung program dari bawah, kami di DPRD akan mengawal dan mendukung dari sisi kebijakan. Jika masuk Musrenbang, maka itu menjadi agenda resmi pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia menegaskan, DPRD Lobar siap memberikan dukungan politik dan anggaran terhadap desa-desa yang memiliki visi pembangunan yang jelas dan terukur.

Menutup pernyataannya, Abubakar menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan desa terletak pada fokus, konsistensi, dan kerja sama semua pihak.

“Sering kali tantangan kita adalah tidak fokus dan setengah-setengah. Kalau ingin berhasil, harus dikerjakan secara konsisten sampai tuntas. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus gotong royong, dan semuanya dimulai dari desa,” pungkasnya.

Ia optimistis, dengan pengelolaan yang profesional dan kolaboratif, Desa Giri Sasak memiliki masa depan cerah sebagai destinasi wisata baru di Lombok Barat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.