Korancepat.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), menggelar kegiatan Coffee Morning bertajuk “Manajemen RSUD Tripat dengan Pers” yang dirangkaikan dengan pemaparan program dan arah pengembangan layanan rumah sakit tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula RSUD Tripat, Sabtu (27/12/2025), dan dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, daring, elektronik di Lobar.

Kegiatan tersebut menjadi forum komunikasi dan silaturahmi antara manajemen RSUD Tripat dan insan pers, sekaligus upaya memperkuat sinergi dalam penyampaian informasi publik yang transparan, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

Humas RSUD Tripat, Baiq Dewi Septemi Abdiana, menjelaskan bahwa Coffee Morning ini bertujuan membangun komunikasi yang lebih terbuka antara rumah sakit dan media, serta menjembatani penyampaian informasi layanan dan kebijakan rumah sakit kepada masyarakat luas.

“RSUD Tripat memiliki berbagai kanal media sosial resmi seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube. Namun kami menyadari masih banyak masyarakat yang akses digitalnya terbatas. Karena itu, peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi layanan dan capaian rumah sakit secara utuh dan berimbang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa manajemen RSUD Tripat tidak menutup diri terhadap kritik dan masukan dari media, namun berharap setiap pemberitaan dapat mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Kami ingin hal-hal positif yang telah dilakukan RSUD Tripat juga sampai ke masyarakat, tanpa menghilangkan fungsi kontrol dari media,” tambahnya.

*Perjalanan RSUD Tripat dan Transformasi Layanan*

Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD Tripat **dr. H. Suryadi** memaparkan sejarah dan perkembangan RSUD Tripat sejak masa perintisan hingga menjadi rumah sakit rujukan regional. Ia menjelaskan bahwa pembangunan RSUD Tripat dimulai pada 2003–2004, seiring dengan pemekaran wilayah Lobar yang menuntut ketersediaan fasilitas dasar, termasuk rumah sakit.

“Awalnya lokasi rumah sakit ini masih berupa sawah. Pelayanan rawat inap saat itu masih bergabung dengan Puskesmas Gerung, dengan jumlah pegawai sekitar 30 orang sebagai tim perintis,” ungkapnya.

Izin operasional RSUD Tripat sebagai rumah sakit tipe C resmi terbit pada 28 April 2005, yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi rumah sakit. Setelah hampir 17 tahun berstatus tipe C, RSUD Tripat akhirnya naik kelas menjadi rumah sakit tipe B pada 31 Maret 2022.

Seiring peningkatan status tersebut, RSUD Tripat terus melengkapi layanan spesialis. Saat ini, rumah sakit tersebut telah memiliki lebih dari 26 klinik spesialis, termasuk Spesialis Bedah Saraf dan Spesialis Bedah Urologi, yang berdampak signifikan dalam menurunkan angka rujukan pasien ke rumah sakit di tingkat provinsi.

“Kasus trauma kepala dan urologi cukup tinggi di Lobar. Dengan hadirnya layanan ini, pasien kini dapat ditangani langsung di RSUD Tripat,” jelas dr. Suryadi.

*Inovasi Layanan dan Arah Pengembangan 2026*

RSUD Tripat juga terus melakukan inovasi layanan sejak 2023, di antaranya menjadi rumah sakit pertama di NTB yang membuka oli Akupunktur Medis, disusul layanan Bedah Saraf dan Rehabilitasi Medik yang mencatat lonjakan pasien fisioterapi lebih dari 100 orang per hari.

Ke depan, RSUD Tripat akan mengembangkan Pain Center (Pusat Nyeri) melalui kolaborasi lintas spesialis, dengan visi menjadikan rumah sakit sebagai Pain-Free Hospital atau rumah sakit bebas nyeri.

Pada 2024, RSUD Tripat menambah layanan Poli Urologi serta menjadi satu-satunya rumah sakit di NTB yang memiliki Poli Haji dan Umrah. Selain itu, rumah sakit juga mengembangkan Travel Medicine dan Hospital Tourism dengan memanfaatkan kedekatan lokasi dengan Pelabuhan Gili Mas, yang menjadi pintu masuk kapal pesiar internasional.

Untuk layanan Hemodialisis (cuci darah), RSUD Tripat kini telah menambah jumlah mesin dari lima unit menjadi delapan hingga sembilan unit. Sementara itu, RSUD Tripat ditetapkan sebagai lokus prioritas nasional pelayanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefro, serta Kesehatan Ibu dan Anak).

Melalui program tersebut, RSUD Tripat memperoleh bantuan alat Cathlab senilai sekitar Rp18 miliar dari Kementerian Kesehatan melalui kerja sama dengan World Bank. Layanan pemasangan ring jantung dan penanganan stroke ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2025–2026.

“Jika pasien stroke ditangani kurang dari enam jam dengan dukungan Cathlab, peluang pulih tanpa kelumpuhan sangat besar. Target kami, pada 2026 RSUD Tripat mampu memberikan layanan jantung, kanker, dan stroke secara optimal,” tegas dr. Suryadi.

*Harapan Sinergi Berkelanjutan dengan Media*

Dr. Suryadi juga menekankan pentingnya kesamaan pemahaman antara manajemen rumah sakit dan media agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, khususnya dalam pemberitaan kebijakan medis.

“Kebijakan seperti pembatasan pengunjung demi keselamatan pasien sering disalahartikan. Kami berharap media dapat membantu membahasakan kebijakan rumah sakit secara tepat kepada publik,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas RSUD Tripat Lombok Barat, Rasinah Abdul Igit, menilai Coffee Morning ini sebagai langkah strategis untuk memperbaiki citra rumah sakit sekaligus memperkecil jarak komunikasi antara manajemen dan media.

“Media tidak menuntut hal berlebihan. Yang terpenting adalah akses informasi yang cepat, terbuka, dan akurat. Klarifikasi yang cepat akan mencegah bias pemberitaan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar terbangun kepercayaan, keterbukaan, dan sinergi berkelanjutan antara RSUD Tripat dan insan pers demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lobar.