Lombok Tengah– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Janapria, Lombok Tengah (Loteng), menuai sorotan setelah sejumlah paket makanan yang dibagikan kepada siswa di sejumlah sekolah diduga tidak layak konsumsi (Basi), Jumat (30/1/2026). Temuan tersebut diketahui saat proses distribusi berlangsung di sekolah penerima manfaat. Sejumlah Guru di sekolah masing-masing kemudian melayangkan protes kepada dapur penyedia makanan dan memberikan informasi kepada media Korancepat.com tentang kejadian tersebut.
Makanan MBG tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Lingkok Brenge dan di salurkan ke 2 desa di Kecamatan Janapria yakni Desa Loang Maka dan Desa Lingkok Brenge. Adapun Sekolah penerima manfaat (MBG) yang dikeluhkan oleh guru dan sejumlah wali murid tersebut adalah SMPN 2 Janapria, SMKN 1 Janaparia PAUD ALFATIH Gemilang Embung Belo dan MI NW Embung Belo.
Bukan hanya Nasinya saja yang basi, melainkan keripik tempenya juga di keluhkan siswa dan wali murid karena sudah tiga hari bertutur-turut itu saja menu yang di sajikan.
“Nasi Sudah basi, keripik tempe sudah tiga hari berturut-turut, mana peran ahli Gizinya yang akan di angkat menjadi PPPK, dia tidur atau bagaimana?,” kesal salah satu guru yang tidak ingin disebut namanya.
Sementara Pihak SPPG yang di hubungi media Korancepat.com menjelaskan jika dirinya sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. “kami sudah turun minta maaf ternyata yg salah bukan ahli gizi tapi jenis beras,” katanya
Dijelaskannya jika pihaknya Salah di cek beras yg cepet ber air, kepala Sppi minta keripik tempenya untuk tidak di bungkus dan berkeinginan untuk uji coba seperti dapur-dapur lain biar kelihatan enak tapi ternyata pas masuk ompreng kripiknya lemes, jadi hari ini kami bungkus tempenya agar tidak rusak lagi tapi malah bermasalah di pemilihan beras yg berakibat nasi basi.
“kami sudah berusaha memilih bahan terbaik tapi ada saja yang salah, chef dan ahli gizi sudah bersertipikat alhamdulillah tapi guru yg sudah berserticfikat dan dapat gelar master juga tidak bisa bikin muridnya pintar sehari,” kata pihak dapur










