Lombok Tengah – Wakil Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sudarmono, SH. angkat bicara terkait hasil seleksi Calon Kepala Dusun (Kadus) Awang Kebon, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), yang diduga tidak transparan hingga menuai polemik dan penolakan dari sejumlah masyarakat setempat. Tiga calon Kepala Dusun secara tegas menyatakan sikap menolak dan memilih tidak menghadiri acara pengumuman hasil seleksi yang digelar oleh pemerintah desa serta meminta pemilihan ulang secara terbuka.

“Demi menjaga kondusifnya masyarakat, saya meminta kepada pemerintah Desa Mertak untuk lakukan pemilihan ulang secara terbuka dan transparan agar semua pihak merasakan keadilan,” kata Sudarmono pada media.

Sementara itu, ketiga calon tersebut menilai bahwa proses seleksi hingga penetapan hasil seleksi tidak dijalankan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang telah disepakati sejak awal. Padahal, sebelum tahapan seleksi dimulai, telah ada kesepakatan bersama terkait aturan, pembentukan Panitia Seleksi (Pansel), serta indikator penilaian yang menjadi dasar penentuan calon terpilih.

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, hasil nilai seleksi menunjukkan bahwa Wawan Mardianto memperoleh nilai tertinggi dengan skor 186,5, disusul Abdul Manap dengan nilai 164, dan Jumadil dengan nilai 135,6. Namun secara mengejutkan, calon yang dinyatakan terpilih justru Jajung, yang memperoleh nilai terendah yakni 127,5.

Situasi tersebut memicu kekecewaan dan pertanyaan besar dari para calon maupun masyarakat. Mereka menilai bahwa Kepala Desa Mertak tidak menggunakan hasil seleksi dan mekanisme yang telah disusun oleh Panitia Seleksi sebagaimana mestinya. Hal ini dinilai mencederai prinsip transparansi, keadilan, dan demokrasi di tingkat desa.

Atas polemik ini, masyarakat dan para calon mendesak Pemerintah Kecamatan Pujut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Inspektorat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk turun tangan melakukan audit dan evaluasi secara terbuka terhadap seluruh proses seleksi Kepala Dusun Awang Kebon.

Masyarakat berharap agar permasalahan ini menjadi atensi pemerintah terkait jangan agar tidak terjadi persoalan-persoalan yang tidak diinginkan di tingkat bawah dan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan Desa Mertak.

“Dan jika pemerintah diam dan acuh terhadap hal ini, maka kami akan lakukan demonstrasi demi tercapainya keadilan yang kami harapkan,” tutupnya

Sementara Kepala Desa Mertak yang di hubungi wartawan Korancepat.com melalui Bia WhatsApp, hingga berita ini di naikkan belum memberikan respon.