Korancepat.com – Pemerintah Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, memberikan apresiasi tinggi atas terealisasinya pembangunan jalan ruas Pesanggrahan–Kumbak. Infrastruktur yang kini tampil mulus tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi warga lokal dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kepala Desa Banyu Urip, H. Selamet Riyadi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten yang telah merealisasikan proyek strategis tersebut. Menurutnya, pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Khususnya untuk pembangunan jalan Pesanggrahan–Kumbak yang manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui diruangannya, Jumat (9/1/2026).

Meski menyambut baik progres yang ada, Selamet menekankan bahwa tantangan infrastruktur di Desa Banyu Urip belum sepenuhnya tuntas. Ia mengungkapkan masih ada “Pekerjaan Rumah” (PR) besar di tiga dusun, yakni Dusun Sambirati, Dusun Bantir, dan Dusun Perempung.

Kondisi jalan di ketiga wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah yang menghambat aktivitas harian warga. Berdasarkan data pemerintah desa, rincian jalan yang membutuhkan penanganan segera meliputi:

1. Dusun Sambirati: ± 250 meter. 2. Dusun Bantir: ± 500 meter dan 3. Dusun Perempung: 600 hingga 700 meter.

Selamet menggarisbawahi bahwa Dusun Bantir menjadi prioritas yang paling mendesak. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses utama menuju destinasi wisata Bukit Keteri yang saat ini tengah naik daun atau viral di media sosial.

“Banyak wisatawan mengeluhkan kondisi jalan menuju Bukit Keteri. Kami berharap Dinas PU Kabupaten Lombok Barat segera memberikan dukungan, baik berupa pengaspalan hotmix maupun pengerasan lapen, agar akses wisatawan dan mobilitas warga ke Dusun Penjeruk lebih aman,” tambahnya.

Dampak positif perbaikan jalan bukan sekadar narasi pembangunan. Siti Khadijah, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, mengaku merasakan langsung dampak finansial dari jalan yang kini telah mulus.

“Alhamdulillah, sekarang kalau berjualan jauh lebih nyaman. Akses yang bagus membuat perputaran barang lebih cepat dan pendapatan meningkat. Ini sangat membantu kebutuhan dapur kami,” ungkap Siti dengan nada syukur.

Pemerintah Desa Banyu Urip berharap agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat dapat mengakomodasi usulan rehabilitasi jalan dusun pada tahun anggaran berjalan. Sinergi lintas sektoral diharapkan terus terjaga demi mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan hingga ke pelosok dusun.

Dengan infrastruktur yang memadai, Desa Banyu Urip optimis dapat memaksimalkan potensi wisata lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pasca-perbaikan aksesibilitas.