Korancepat.com – Mataram – Rifki, seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun asal Gubuk Mamben Sekarbela, Kecamatan Mataram, meninggal dunia di Rumah Sakit Kota Mataram. Dugaan sementara, kematiannya disebabkan oleh cekcok dengan iparnya. Menurut informasi yang dihimpun, insiden tersebut berakar dari permasalahan pribadi antara korban dan pelaku.
Ew, sepupu korban, menyampaikan bahwa perselisihan ini diduga berhubungan dengan utang piutang yang nilainya relatif kecil. “Kejadiannya sepertinya karena urusan hutang yang tidak terlalu besar,” ujar EW Yang minta di identitas kan namanya.
Keluarga korban sangat berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku. “Kami ingin keadilan, pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegas EW.
Di sisi lain, ratusan kerabat dan sahabat korban berkumpul di Rumah Sakit Kota Mataram untuk membesuk korban. Beberapa di antara mereka tampak sangat emosional dan bahkan berupaya mencari pelaku hingga ke Polsek setempat. Salah seorang tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa Rifki dikenal sebagai anak yang baik dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun.
“Kami semua kesini karena kami tahu Rifki adalah anak baik yang selalu bersikap positif dan tidak pernah bermasalah,” ungkap tokoh tersebut.
Saat ini, penyebab pasti kematian Rifki masih menunggu hasil autopsi, dan rilis resmi dari pihak kepolisian yang akan menangani kasus ini diharapkan segera muncul.










