Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  Republik Indonesia (RI) Dr. Ir. H. Nanang Samodra, KA., M.Sc selaku Narasumber dalam acara Jagong Masalah Haji Dan Umrah (JAMARA) yang menjadi acara rutin Komisi VIII melalui Mitranya yakni Kementerian Agama angkatan I lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang di selenggarakan di Hotel Grand Royal Batujai Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

“Saya berharap JAMARAH ini sebagai sarana untuk menjaring aspirasi, masukan, saran, pendapat dan persoalan–persoalan yang dialami masyarakat terkait haji untuk bisa diselesaikan dan di carikan solusinya”,tegas Nanang, Selasa 3/8/24.

Disambung Nanang sebutan familiar nya, JAMARAH ini melibatkan peserta kegiatan sebanyak 50 orang yang terdiri dari Pimpinan Ponpes, Pimpinan KBIH, Tokoh Agama dan Masyarakat. guna sebagai penyambung informasi terkait Haji dan Umrah kepada masyarakat.

“Untuk usulan saudara penanya mengenai permohonan di prioritaskan Imam Masjid dan Khotib, nanti kami bahas dalam rapat bersama Kementerian Agama karena yang menjadi prioritas saat ini adalah petugas haji”, tambah Nanang.

Ditempat yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB H. Zamroni Aziz dalam sambutannya ketika membuka acara menyambut baik kegiatan yang di gagas Komisi VIII DPR RI.

“ Kami merasa nyaman dengan program– program baik Kementerian Agama dan tidak hanya Kementerian Agama di Nusa Tenggara Barat tetapi Kementerian Agama secara keseluruhan se Indonesia. Komisi VIII memberikan sumbangsih, pemikiran dan terobosan yang luar biasa“, tegas Zamroni.

Dalam kesempatan itu, Mantan Kabag TU ini menggambarkan bagaimana antusiasme masyarakat pada saat pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji, baik di asrama haji dan termasuk di bandara Internasional Lombok yang selalu dipenuhi masyarakat yang mengantar dan menjemput. Dan salah satu upaya dan terobosan yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB dalam menekan membludaknya pengunjung dan penjemput adalah dengan program Live Streaming.

“Live Streaming kami lakukan guna mengantisipasi membeludaknya masyarakat yang ikut mengantarkan”,tutup Zamroni.