LOMBOK – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, melangsungkan acara Jagog Masalah Haji dan Umrah (Jamarah), angkatan Kedua di Green Hayaq Hotel Kecamatan Selong Lombok Timur.
Kanwil Kemenag NTB menggandeng Narasumber yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi VIII Daerah Pemilihan (Dapil) Lombok Dr. Ir. H. Nanang Samodra, KA., M.Sc.
Dr. TGH. Sabarudin, M. PdI selaku Ketua panitia JAMARAH angkatan II yang juga selaku Ketua Tim Pembina Umroh Dan Haji Khusus PHU Kanwil Kemenag Prov. NTB dalam laporannya menyampaikan penyelenggaraan ibadah haji berasaskan transparansi berdasarkan UU No 8 tahu 2019 tentang penyelenggaraan haji dan umroh pasal 2 disebutkan bahwa salah satu asas dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umroh adalah berasaskan transparansi. Hal ini dimaksudkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara terbuka dan memudahkan akses masyarakat untuk memperoleh informasi terkait penyelenggaran ibadah haji dan umroh kemudian pengelolaan keuangan dan aset. Qori yang pernah meraih juara tingkat Internasional ini juga menyampaikan tujuan kegiatan JAMARAH angkatan II ini untuk memberikan informasi, pengetahuan dan kemampuan masalah haji dan umroh untuk jamaah haji, masyarakat, penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umroh termasuk ibadah haji khusus, KBIH, KBIHU, tokoh agama dan masyarakat termasuk sosialisasi dan informasi pengetahuan terkait berbagai kebijakan dan teknis pelaksanaan ibadah haji dan umroh.
“Acara ini sangat penting agar masyarakat tidak mendengar berita HOAX terkait isu–isu penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 dan 2024,“ Papar H. Sabarudin, Rabu (07/08/24).
Ditempat yang sama Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB yang diwakili Plt. Kepala Kankemenag Kab. Lombok Utara H. Sulhi, S.Pd dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan JAMARAH yang digagas oleh Komisi VIII DPR RI. H. Sulhi mengungkapkan pelaksanaan penyelenggaraan haji 2024 berjalan sangat baik.
“Kami tau persis pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji kita di tahun 2024 ini adalah semua berjalan dengan baik dan lancar,“ Ungkap H. Sulhi
Lanjut, H. Sulhi juga menambahkan bahwa jamaah haji di tahun 2024 ini sangat merasakan kenyamanan dan semua proses pelaksanaannya baik di tanah air maupun di tanah suci adalah berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. kegiatan ini merupakan kegiatan rutin, yang selalu digelar sekali setahun, usai pelaksanaan ibadah haji.
Di mana, acara Jamarah ini, di gelar selama tiga hari di tempat berbeda beda.
“JAMARAH ini program rutin sekali setahun, tahun ini kita laksanakan di tiga titik, titik pertama kita adakan di Loteng, selanjutnya besok di Lombok Timur dan terakhir besok di Kota Mataram,” jelasnya.
Di setiap titik pelaksanaan lanjutnya, ada 50 peserta yang diundang. Dari 50 tersebut, itu dari berbagai unsur, ada yang dari unsur Kemenag, Tokoh Agama (Toga), pimpinan Ponpes, pimpinan KBIH, Stakeholder dan ada juga dari unsur Organisasi Masyarakat (Ormas) dan ada juga dari masyarakat umum.
Dijelaskan, acara jamarah ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait regulasi, tata kelola ibadah haji dan umrah dan yang lainnya.
Selanjutnya kenapa pihaknya mengundang anggota DPR RI komisi VIII, pasalnya masalah keagamaan itu ranah komisi VIII, sehingga pihaknya menjalin kemitraan, sekaligus sebagai narasumber langsung.
“Komisi VIII lingkup tugas di Bidang Agama, Sosial, dan Kebencanaan, sehingga kita undang Komisi VIII, biar cakupan penjelasan lebih luas,” paparnya.
Implementasi dari kegiatan ini, pihaknya berharap, ini sebagai sarana untuk menjaring aspirasi, masukan, saran, pendapat dan persoalan–persoalan yang dialami masyarakat terkait haji untuk bisa diselesaikan dan di carikan solusinya. Termasuk untuk memperkuat dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniah.
Sementara itu pemateri anggota komisi VIII H. Nanang Samudra mengatakan, acara Jamarah ini sebenarnya titik fokus Diskusinya adalah, membedah apa saja persoalan atau kekurangan selama proses penyelenggaraan haji dan umrah, dari beberapa catatan tersebut, tentunya itu jadi bahan perbaikan di penyelenggaraan haji mendatang.
Diakuinya ada beberapa hal yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan haji 2024 secara umum, pertama transportasi, ke dua akomodasi dan ke tiga konsumsi. Tapi kalau di NTB, alhamdulillah dari beberapa catatan di atas, semuanya sesuai harapan.
“Alhamdulillah semua kebutuhan jamaah haji kita di NTB, terpenuhi dengan baik dan insyallah saya yakin ke depan akan semakin baik,” tutup Nanang. (V)










