Lombok Tengah – Rapat Minilokarya Percepatan Penurunan Stunting yang melibatkan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang berlangsung di Aula Kantor Camat Janapria, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) NTB, membuat Camat Janapria Lalu Marzawan Supriyadi, S. Sos Geram seketika satu persatu Forkopimcam di Absensi kehadirannya namun masih saja ada yang tidak hadir tanpa alasan yang pasti.
“Kenapa saya undang bapak ibu rapat supaya informasi dari kabupaten sampai kepada masyarakat. terutama kehadiran Kades yang paling penting, kalo tidak hadir, bagaimana informasi ini bisa sampai ke masyarakat,” kesal Lalu Marzawan, Rabu (11/06/2026).
Lebih lanjut Lalu Marzawan menegaskan, jika informasi yang di dapat dari kabupaten melalui kecamatan harus tersampaikan ke masyarakat. “Untuk dipahami, saya mengadakan rapat ini membutuhkan biaya makan minum, tapi karena pentingnya personal Stunting ini saya undang Bapak Ibu”.
“Tolong di catat semua Sekdes, UPT, Kades yang tidak Hadir biar bagi yang gak hadir nanti kita tanya apa alasannya tidak hadir, Kades Janapria mana? Desa Janapria ini paling banyak angka Stuntingnya, malah dia yang nggak hadir,” tegas camat Marzawan.
Ditempat yang sama, Tim,Kesehatan baik dari BKKBN, Gizi dan Puskesmas menguraikan betapa pentingnya kerjasama semua pihak untuk mengentaskan stunting.
Dimana Data yang terhimpun dan telah di rekap Status Gizi bulanan UPTD BLUD Puskesmas Janapria, dari 8 Desa hasil rekap, Desa Janggawana penyumbang Stunting dengan persentase tertinggi yakni Stunting 49 dengan 16,3%, dan Desa Janapria stunting 96 dengan 14,8%.
Kemudian dijelaskan terkait permasalahan yang ada terkait stunting ini dimana petugas Gizi di puskesmas Janapria masih kurang 2 orang dari petugas yang ada sehingga di bantu oleh Bidan untuk menjadi petugas Gizi.
Adapun persoalan alat, tidak sesuai standar dimana alat ukur yang biasanya di pakai kebanyakan yang sudah rusak.
Untuk itu pihak kesehatan berharap kepada pemerintah, agar memberikan perhatian khusus untuk kesehatan agar bagaimana kasus stunting ini bisa terselesaikan sesuai harapan pemerintah maupun masyarakat. (V)










