LOMBOK – Ketua Barisan Pecinta Zuriyat Maulana Syaikh M Samsul Qomar menyampaikan, bahwa setelah pertemuan senin 28 Oktober dengan TGB Zainul Majdi di rumah beliau, Tidak ada arahan atau perintah untuk Mendukung Paslon dalam Pilkada termasuk Paket Zul – Uhel. TGB menyampaikan bahwa pihaknya sebagai pemimpin organisasi NWDI tidak mendukung salah satu paslon dengan beberapa alasan tersendiri.
Namun disampaikan juga bahwa TGB tidak pernah melarang Dr Hj Siti Rohmi Djalilah maju mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur .
Sama dengan apa yang TGB sampaikan pasa podcast bahwa kebijakan di Pemprov itu di tangan gubernur sampai pada tanda tangan nota keuangan APBD juga Gubernur.
Artinya dalam undang undang Gubernur merupakan perpanjangan tanganan Presiden di Provinsi.
Dilanjut Koordinator Wilayah Relawan RF Lombok Qomar sapaan akrabnya, Alasan tersebut relevan dengan maksud TGB menjadi gubernur lebih strategis ketimbang wakil Gubernur. Beliau (TGB) juga secara eksplisit tidak pernah menyebut mendukung Lalu Iqbal atau Zulkiflimansyah . Kedekatan dengan doktor Zul bagi TGB untuk menjaga persahabatan dan harus menjadi tauladan kita semua.
Politik sementara sahabat selamanya begitulah kira kira . TGB berpesan agar semua pihak bisa menahan diri tidak usah ribut soal klaim dukungan si A atau si B karena dirinya tidak pernah berbicara mendukung salah satu paslon bahkan mengarahkan pun tidak di lakukan.
Sikap arif dan bijaksana ini tentu sangat tepat bagi kami sebagai pecinta beliau , karena keputusan untuk menjadi tokoh bangsa , ulama dan cendikiawan adalah paling tepat saat ini.
Semua juga tahu, Umi Rohmi adalah saudara kandung beliau , Cucu Maulanasyaikh yang nomer 1 jadi tidak perlu ada perdebatan apalagi ribut ribut.
Sejauh ini juga, Relawan dan Tim Pemenangan Rohmi – Firin tidak pernah menjual nama TGB dalam sosialisasinya, mereka menyampaikan visi misi dan program 5 tahun ke depan menuju NTB maju berdaya saing.
Hal itu juga untuk Menghormati TGB sebagai pemimpin di NWDI agar tidak mencampuradukkan organisasi dan politik secara langsung.
Tapi jamaah kan sudah faham zuriyat maulanasyaikh hanya Umi Rohmi yang ikut bertarung di Pilkada NTB jadi sudah paham lah mereka semua .
Kita juga tidak terpengaruh dengan adanya oknum yang mengaku relawan TGB karena Pileg sudah selesai dan TGB tidak sedang berkompetisi , jadi Relawan itu sudah bubar dengan sendirinya.
Oknum yang tidak jelas itu sebenarnya mau cari perhatian saja tapi maaf kami lebih fokus dengan tim dan relawan saja yang sudah berjuang sampai sekarang daripada ngurusin satu dua orang “penyu”.
Saya juga melihat di 3 minggu terakhir ada timses yang menggunakan jurus mabok , catut nama presiden dan tokoh-tokoh padahal rakyat tidak bodoh dan tidak terpengaruh dengan kampanye model lama begitu. Tutup Qomar.










