Oplus_131072

Lombok Tengah – Sengkarut MBG dalam pusaran dugaan monopoli, pelicin sampai dengan uang keamanan menyeret beberapa nama oknum yang terlibat.

Salah satunya Saeful Muslim yang disebut-sebut menjadi koordinator di wilayah NTB bersama LI.

Saeful Muslim dalam pesan singkatnya enggan mengomentari hal yang mengaitkan dirinya dengan dugaan pelicin dan monopoli pengadaan fasilitas pendukung MBG.

“Ampure (maaf) dinda saya no komen, biar sudah pak Suhaidi mau bicara apa. sekali lagi ampure dinda,” jawabnya via whatshapp (24/05/2025).

Pun demikian dengan LI, saat mencoba dihubungi media ini, nomer LI dalam keadaan tidak aktif.

Kisruh MBG ini terjadi saat salah satu pengelola MBG, Ernawati buka suara akibat tak menerima kepastian berlangsungnya dapur MBG yang berada di kecamatan praya tengah tersebut.

Dari penuturan Ernawati di beberapa media, Ia menceritakan telah menyerahkan uang senilai Rp 80 juta kepada Iwan, yang disebut sebagai juru atur jaringan mitra MBG dari Jakarta, melalui perantara bernama SM dan LI.

Uang dengan nilai total 80 juta merupakan uang pelicin untuk mendapatkan akun MBG dan DP pembelian ompreng.

Selain pelicin, dua orang oknum koordinator ini juga diduga melakukan monopoli dengan mengarahkan penyewaan mobil box dan peralatan dapur. Mitra mandiri akan dianggap mengundurkan diri jika tidak memenuhi permintaan Iwan.

Lebih parah lagi, dapur mitra akan diminta menyisihkan uang sebesar 600rupiah perompreng yang diklaim sebagai uang keamanan jika sewaktu-waktu terjadi masalah.

Berbeda dengan dapur mitra lainnya, hingga saat ini UD eR3 tak kunjung mulai ber oprasi untuk melaksanakan program unggulan Presiden Prabowo tersebut.