Korancepat.com – Mataram – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) di Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan dukungan penuh kepada Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dalam melaksanakan seleksi pejabat eselon II secara terbuka dan kompetitif. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan birokrasi yang lebih profesional dan transparan.
Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Pemprov NTB ini telah menarik perhatian banyak pejabat dari tingkat kabupaten dan kota untuk ikut serta dalam seleksi tersebut.
Rindawanto Evendi, selaku Ketua GMPRI NTB, mengingatkan agar hasil dari seleksi tersebut tidak terpengaruh oleh intervensi politik. Ia menegaskan pentingnya penekanan pada kompetensi, kinerja, dan integritas dalam pemilihan pejabat, alih-alih sekadar balas budi politik. Hal ini, menurutnya, menjadi komitmen yang harus ditegakkan, mengingat janji yang diutarakan selama kampanye.
“Kami menyerukan kepada Gubernur NTB untuk lebih mengutamakan calon dari pejabat provinsi yang sudah berpengalaman dalam memberikan pelayanan di skala NTB. Pejabat kabupaten sebaiknya fokus pada pengembangan kinerja di tingkat daerah mereka masing-masing,” ungkap Rindhot pada (28/02).
Di samping itu, Rindhot juga menunjukkan keprihatinan atas banyaknya pejabat kabupaten yang berusaha untuk menjadi JPT pratama. Ia menilai, langkah ini justru bisa mengalihkan perhatian dari tugas utama mereka di daerah masing-masing.
Sebagai contoh, Rindhot menyarankan agar proses seleksi dilakukan secara transparan, seperti yang dilakukan di Sulawesi Barat, di mana proses wawancara disiarkan langsung. Dengan langkah tersebut, diharapkan ada jaminan bahwa proses tersebut bukan sekadar formalitas.
“Kami menginginkan proses seleksi ini objektif dan sesuai dengan kompetensi manajerial, sosial kultural, serta teknis yang dibutuhkan untuk jabatan yang akan diemban,” tegasnya.










