Korancepat – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat (Lobar) merilis hasil pelaksanaan Operasi Zebra Rinjani 2025 yang digelar selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini fokus pada kegiatan edukatif, preemtif, dan preventif kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas.
Kasatlantas Polres Lobar IPTU Dina Rizkiana, S.Tr.K, dalam keterangannya kepada media, Selasa (2/12/25), menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung pihaknya telah mengeluarkan 13 surat tilang dan 1.050 teguran kepada para pengguna jalan yang terbukti melanggar aturan.
“Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra, terdapat 13 tindakan penilangan dan 1.050 teguran yang kami berikan kepada pelanggar,” ujarnya.
IPTU Dina menjelaskan bahwa Operasi Zebra tahun ini lebih menitikberatkan pada pembinaan dan pencegahan, bukan sekadar penindakan. Melalui berbagai kegiatan edukatif, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
“Operasi Zebra kali ini lebih mengedepankan edukasi serta kegiatan pre-emptive dan preventif. Selain memberikan teguran, kami juga memberikan reward kepada pengendara yang tertib, berupa helm dan bingkisan,” terangnya.
Program pemberian reward tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Jumat Berkah, bekerja sama dengan berbagai mitra seperti Astra Honda, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, PM, hingga Brimob.
Dari hasil operasi, pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.
“Masih banyak pengendara roda dua yang tidak memakai helm, sehingga kami berikan teguran. Ini adalah pelanggaran yang paling dominan,” katanya.
Selama operasi, Satlantas Polres Lombok Barat juga meningkatkan patroli malam hari untuk mencegah aksi balap liar. Dari 13 tilang yang dikeluarkan, 10 sepeda motor diamankan karena terindikasi digunakan untuk balap liar.
“Penilangan banyak dilakukan saat malam hari untuk mengantisipasi balap liar. Tidak ditemukan senjata tajam, dan tidak ada knalpot brong yang diamankan saat itu,” jelasnya.
Patroli tersebut turut melibatkan Polsek jajaran serta unit Sabhara untuk memperkuat pengawasan di titik-titik rawan balap liar.
Jika dibandingkan dengan Operasi Zebra Rinjani 2024, jumlah penilangan tahun ini menurun drastis. Pada 2024, tercatat sekitar 1.000 pelanggaran yang berujung pada tilang.
“Tahun ini berbeda karena kami mengedepankan pendekatan humanis. Tujuan kami agar masyarakat tertib bukan karena razia, tetapi karena kesadaran diri,” ungkap IPTU Dina.
Selama 14 hari operasi, tercatat enam kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Lombok Barat. Seluruh korban mengalami luka ringan tanpa adanya korban jiwa. Salah satu peristiwa yang cukup disorot adalah kecelakaan tunggal di jalur bypass.
Selain itu, data menunjukkan bahwa pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh kelompok usia 15–30 tahun, yang termasuk kategori usia rawan pelanggaran.
Satlantas Polres Lobar berharap, dengan pendekatan humanis yang menjadi fokus utama Operasi Zebra Rinjani 2025, masyarakat dapat semakin sadar untuk tertib berlalu lintas.
“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif,” tutupnya.










