Lombok Tengah – Dua Tenaga Honorer inisial M dan H yang bekerja di Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Satu (NT1) selama puluhan Tahun lamanya di pecat karena dugaan sentimen. keduanya kaget dengan suguhan surat pemecatan yang di berikan kepadanya.
Kronologis terjadinya pemecatan tersebut ketika M dan H di minta hadir kekantor oleh petugas BWS NT1 atas nama Darmawan melalui ponsel, kemudian dua Tenaga Honorer tersebut bergegas kekantor BWS NT1 yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No. 105. Praya, Kabupaten Lombok Tengah. setibanya di kantor M dan H kaget karena tanpa basa-basi mereka diberikan surat pemecatan.
“Saya kaget dengan pemecatan diri saya, padahal bulan ini Absen saya Full, memang dulu saya pernah diberikan surat peringatan, dan saya buktikan kalo saat itu saya sedang sakit dengan poto dan pendukung lainnya kalo saya di infus. Bahkan saya pernah di tuduh tidak bekerja oleh ibu Farida melalui video call kalo saya tidak bekerja, padahal saya sedang kerja, sampai saya nggak ganti baju datangi kantor dan buktikan itu,”kata M melalui media korancepat.com
Dilanjut M dan H, kami ini udah puluhan tahun bekerja tidak pernah menuntut pasilitas apapun di kantor meskipun pimpinan sebelumnya sering memberikan kami pasilitas seperti alat savety bekerja dan lainnya, karena itu bentuk kami hormati pimpinan dan cinta terhadap pekerjaan kami, namun ya begini kami diperlakukan.
“Saya yakin ini ada sentimen pribadi pihak kantor sehingga kami di pecat tanpa melihat kondisi kami di bawah,”tegasnya.
Sementara Ibu Idarosalina selaku TU BWS NT1 yang di temui Media langsung menegaskan jika semua itu putusan pimpinannya.
Sementara Media yang meminta nomor pimpinan BWS NT1 melalui Ibu Idarosalina yang akrab disapa Buk Ida tidak berani memberikan nomor pimpinannya sebelum izin, dan menjanjikan akan menghubungi Media terkait.
“Mohon jangan masalah ini dibesar-besarkan Mas, tau kan Media, nanti hal kecil jadi besar, di korek-korek kesalahan kami, jadi mohon kami di berikan waktu untuk bisa komunikasi sama pimpinan bagaimana jalan keluarnya,” kata Ibu Ida.
Ditempat yang sama Buk Etik menyampaikan “lagian dia kan sudah punya tempat kerja kan pak,” katanya.
Sampai berita ini diterbitkan, Ibu Idarosalina yang menjanjikan nomor pimpinannya untuk dikonfirmasi belum di berikan dan di konfirmasi kembali via SMS tidak ada respon.









