LOMBOK – Dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Oknum Sekertaris dan Bendahara Desa Beleke Daye Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga menjadi kontraktor dalam Pekerjaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

Adapun Pekerjaan yang di laporkan oleh masyarakat yang minta identitasnya disembunyikan yakni pekerjaan Jembatan Penyebrangan, Talut Usaha tani, Panitia Hari Besar Nasional (PHBN), Lembaga Adat Desa (LAD), Badan Keamanan Desa (BKD) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

“Terkait dugaan kami di atas, kami sudah laporkan ke BPD selaku pengawas Desa,” katanya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Beleke Haji Ijim Pratama membenarkan terkait adanya pekerjaan jembatan itu namun BPD sama sekali tidak pernah ada pemberitahuan baik secara lisan maupun tulisan,dan masyarakat pun menanyakan sama saya kenapa adanya pihak luar juga yang menjadi pekerja dalam pekerjaan tersebut.

“Memang Pemdes dalam hal ini terutama Sekdes terkesan tertutup sama BPD,” kata Haji ijim kepada Media Korancepat.com Sabtu (17/08/24).

Dilanjut haji ijim, kami sangat sayangkan kinerja Sekdes kami yang terkesan tidak paham aturan dimana APBDes yang seharusnya di pegang utuh oleh BPD sebagai acuan dan dasar menjalankan tugas fungsi kami dalam pengawasan sampai hari ini belum juga di kasih salinannya. Dan bahkan berkali-kali saya di informasikan oleh masyarakat kalo Sekdes dan Bendahara kami yang menjadi eksekutor material.

“Berkali-kali dan bahkan setiap pertemuan di minta salinan itu oleh BPD tapi selalu menghindar dan berdalih dengan berbagai alasan,” tegas H ijin.

Terpisah, Kepala Desa yang di konfirmasi melalui Telepon membantah semua dugaan masyarakat tersebut.

“Benar pekerjaan itu dikerjakan oleh orang luar karena itu rentan banjir, itu sebabnya kita butuh orang yang ahli,”kata kades.

Sekertaris Desa pun yang juga di hubungi melalui telpon geram atas dugaan yang di tujukan kepada Pemdes.

“Dimana dapat cerita? Sebutkan namanya dan Suruh datang ke kantor bawa Inspektorat dan BPK,”jelas Sekdes.

Saya juga sakit hati karena saya di kasih tau sama pak kades tutupnya. (V)