Korancepat.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) menunjukkan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan melalui aksi nyata di kawasan strategis Bendungan Meninting.
Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke-80, Pemkab Lobar yang dipimpin langsung oleh Bupati H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), melakukan penanaman 1.000 bibit pohon dan penebaran 25.000 bibit ikan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas PUPR Lobar dengan tema “Peduli Bumi Dan Sosial” ini, berlangsung di Bendungan Meninting, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, pada Kamis (27/11/2025).
Bupati LAZ dan Wakil Bupati UNA bersama jajaran pemerintah daerah serta melibatkan komunitas lingkungan dan masyarakat sekitar, secara simbolis menanam 1.000 bibit pohon di area sekitar bendungan.
Penanaman ini bertujuan untuk memperkuat ruang terbuka hijau, menjaga kualitas lingkungan, dan memperindah kawasan bendungan yang kini mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata baru di Lobar.
Setelah penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran 25.000 bibit ikan ke perairan Bendungan Meninting. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk:
– Mendukung keberlanjutan ekosistem perairan
– Meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui kegiatan memancing yang bertanggung jawab
– Memperkuat ketahanan pangan di wilayah Lombok Barat.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan. Kita ingin memastikan bahwa bendungan ini bukan hanya berfungsi untuk irigasi dan pengendalian banjir, tetapi juga menjadi ruang hijau yang hidup, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Bupati LAZ dalam sambutannya.
Pemilihan Bendungan Meninting sebagai pusat kegiatan bukanlah tanpa alasan. Selain menjadi ikon infrastruktur strategis, kawasan ini disiapkan menjadi ruang hijau baru.
Bupati LAZ menyoroti kondisi Bendungan Meninting yang sudah terpelihara dengan baik dan memiliki udara yang sejuk. Ia berharap penebaran bibit ikan dapat berkembang biak, namun secara tegas mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem dengan melarang praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti pengeboman.
Lebih lanjut, Bupati juga menekankan potensi ganda Bendungan Meninting. Selain fungsi utamanya untuk irigasi teknis lahan kering (HLT) di Sesaot dan irigasi di area bawah, serta suplai air minum sebesar 150 liter per detik untuk mengatasi problem kekurangan air di wilayah Gunung Sari dan Batu Layar, kawasan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Bupati menyarankan agar wilayah Balai Wilayah Sungai (BWS) di sekitar bendungan dapat dikelola, bahkan berpotensi untuk pembangunan vila khusus yang hasilnya bisa menjadi sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi BWS.
Dalam kesempatan Hari Bhakti PUPR ke-80 ini, Bupati LAZ memberikan catatan khusus kepada Dinas PUPR Lobar untuk terus bekerja secara profesional dalam menyiapkan infrastruktur.
Prioritas utama adalah menginventarisasi dan menyelesaikan infrastruktur dasar sesuai dengan kemampuan daerah, sementara proyek besar akan diupayakan pendanaannya melalui pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lobar, Ahad Legiarto, menyatakan bahwa partisipasi dalam Hari Bhakti PU ini merupakan bentuk komitmen untuk mempertahankan sumber air bagi petani Lombok Barat.
Sebagai kado Hari Bhakti, Kadis PUPR menekankan pengabdian semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proyek-proyek prioritas, seperti pembangunan alun-alun dan jogging track, dengan target rampung secepatnya. Untuk tahun 2024, Dinas PUPR Lobar merencanakan pengerjaan 13 paket proyek.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati kembali mengajak seluruh elemen masyarakat menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Penanaman pohon dan penebaran benih ikan ini harus jadi awal gerakan bersama yang berkelanjutan demi masa depan Lombok Barat yang hijau, lestari, dan berketahanan pangan,” pungkasnya.










