Mataram, NTB — Momen Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Muhammad Salahuddin dari Bima, NTB.
Penghargaan tersebut menjadi buah manis dari perjuangan panjang masyarakat dan pemerintah daerah yang selama lebih dari dua dekade memperjuangkan pengakuan atas jasa besar Sultan Salahuddin dalam bidang pendidikan, diplomasi, dan pembangunan sosial di tanah Bima.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
“Ini momentum penuh rasa syukur bagi kami di NTB, terutama masyarakat Bima. Pengajuan gelar pahlawan untuk Sultan Salahuddin telah diperjuangkan selama lebih dari 20 tahun. Kini akhirnya terwujud pada Hari Pahlawan,” ujar Dinda — sapaan akrabnya, Senin (10/11/2025).
Dengan penetapan tersebut, NTB kini memiliki dua tokoh bergelar pahlawan nasional: Tuan Guru Kyai Haji (TGH) Zainuddin Abdul Madjid, yang dianugerahi pada 2017, dan Sultan Muhammad Salahuddin.
Menurut Dinda, dua tokoh besar ini menjadi representasi perjuangan dua pulau besar di NTB, Lombok dan Sumbawa dalam membangun bangsa dari aspek keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan.
“Keduanya memberikan teladan luar biasa tentang perjuangan tanpa pamrih dan kecintaan pada tanah air. Nilai-nilai itu terus kita wariskan kepada generasi muda NTB,” tambahnya.
Sultan Muhammad Salahuddin dikenal sebagai pemimpin visioner yang tidak hanya berjuang dalam ranah politik dan pemerintahan, tetapi juga memajukan pendidikan dan pembangunan sosial di Kesultanan Bima. Karyanya meliputi pembangunan Istana Bima, sekolah, masjid, serta infrastruktur penting seperti Bandara Sultan Muhammad Salahuddin dan menulis kitab Nurul Mubin sebagai kontribusi intelektual bagi umat.
Selain Sultan Muhammad Salahuddin, pemerintah juga menetapkan sembilan tokoh lain sebagai pahlawan nasional tahun ini. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan latar perjuangan berbeda-beda, mulai dari bidang politik, pendidikan, militer, hingga kemanusiaan.
Berikut daftar lengkap penerima gelar Pahlawan Nasional 2025:
1. Jenderal Besar H. M. Soeharto (Jawa Tengah) – Presiden ke-2 RI, dikenal sebagai Bapak Pembangunan atas keberhasilan memimpin Indonesia menuju kemandirian pangan dan pembangunan ekonomi.
2. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (Jawa Timur) – Presiden ke-4 RI, pejuang demokrasi, kemanusiaan, dan pluralisme.
3. Marsinah (Jawa Timur) – Aktivis buruh yang gugur memperjuangkan hak-hak pekerja, simbol keberanian rakyat kecil melawan ketidakadilan.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat) – Diplomat dan ahli hukum internasional, perintis konsep negara kepulauan yang memperkuat posisi maritim Indonesia.
5. Hj. Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat) – Tokoh pendidikan Islam dan pelopor sekolah perempuan pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah) – Pejuang militer yang berperan penting dalam menjaga keutuhan dan stabilitas negara pasca-kemerdekaan.
7. Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat) – Pejuang pendidikan, diplomasi, dan pembangunan sosial dari Kesultanan Bima.
8. Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur) – Ulama kharismatik dan penggerak kebangkitan santri dengan semangat “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman”.
9. Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara) – Pejuang bersenjata dari Simalungun yang dikenal gigih melawan kolonialisme Belanda.
10. Sultan Zainal Abidin Syah (Maluku Utara) – Tokoh penting dalam mempertahankan wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua Barat, tetap menjadi bagian dari NKRI.
Penganugerahan gelar-gelar tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya semangat juang, pengabdian, dan cinta tanah air. Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai kepahlawanan dalam pendidikan dan pembangunan karakter masyarakat.
“Perjuangan mereka tidak hanya menjadi sejarah, tapi energi moral bagi kita semua untuk bekerja lebih nyata bagi bangsa,” tutup Wakil Gubernur Dinda dengan penuh semangat.










