Mataram – Debtcolektor yang bernaung di bawah perusahaan PT Lima Cahaya Indonesia (LCI) kembali berulah di Mataram, salah satu Kepalah sekolah (Kepsek) di Lombok Tengah di telantar dan mobilnya di rampas hingga berkasnya di turunkan berserakan tanpa sepengetahuan Kepsek dan mobil dilarikan tanpa basa-basi.

“Ini perampok berkedok DC namanya, kok mereka tidak beradab sekali, anehnya ini main bongkar barang saya segala, padahal mobil ini kan sudah saya lunasi di D, ini malah  menjegal sy di jalan,” kata Kepsek yang tidak mau di sebut namanya pada media Senin, (04/08/2025)

Tadinya saya gk pernah mau serahkan kunci, cuman ada satu perempuan dia bilang mau gosok mesin katanya, tapi ternyata barang-barang saya sudah di keluarkan semua, kemudian mobil saya tiba-tiba sudah tidak ada di larikan kemana, lanjut Pak Kepsek.

Sementara D yang merupakan tempat Kepsek membeli mobil langsung mendatangi pihak Moladin yang kantornya berada di JLN. Brawijaya No. 24 D- E Cakranegara setelah Kepsek via telpon memberitahu D jika mobil yg di kendarainya (Kepsek) ada masalah, namun sesampainya di kantor Moladin, D minta solusi terbaik namun antara Moladin dan PT. LCI seolah saling lempar, padahal sebelumnya D sudah komunitas sama pihak Moladin untuk penyelesaian, namun komunikasi yang di bangun D dan Moladin nyatanya tidak diindahkan, hingga Moladin mengeluarkan surat Kuasa pencabutan kepada PT.LCI.

Sebelumnya beberapa hari yang lalu juga ada salah satu mobil yang belum saya selesaikan, menyebabkan saya di bawa oleh satu pihak untuk di minta selesaikan ke pihak PT. LCI yang saat itu saya di bawa malam hari oleh 3 orang dari Praya ke kantor PT.LCI dan saya di tekan untuk mengeluarkan Biaya Tarik mobil sejumlah 25 juta malam itu, dan anehnya disana juga ada keterlibatan Oknum Polisi, saya benar-benar merasa di intimidasi, namun saya tidak sampai mengeluarkan uang,

“LCI minta saya Biaya Penarikan (BT) sejumlah 25 juta, namun saya tidak sanggup karena setau saya tidak ada aturan yang mewajibkan uang biaya penarikan sebesar itu,” ungkap D.

Sementara di tempat yang sama, Pihak Debcoletir PT. LCI  Noval mengatakan jika dirinya hanya menjalankan tugas yang di berikan SK pencabutan unit Oleh Moladin kepada PT. LCI.

“Saya hanya menjalankan tugas, kalo soal tebusnya nanti silahkan komunikasi sama moladil,”katanya.