NTB – Soal Tindakan Dugaan Diskriminasi terhadap warga Lombok Tengah (Loteng) yang sedang membawa wisatawan di wilayah wisata Ekas oleh Bupati Lombok Timur (Lotim), menggugah Direktur Kawal NTB M Samsul Qomar angkat Bicara. Membaca Statement Bupati Lombok Timur soal alasannya mengusir peselancar dari luar Lotim karena mereka tidak menginap di sekitaran daerahnya adalah tindakan konyol. Kalau kita kemudian mengikuti cara Bupati Lotim maka seluruh dunia tidak akan ada yang ke Lombok.
“Apa yang di lakukan oleh Bupati Lotim Hairul Warisin ini adalah lebih berbahaya daripada tragedi BOM bali. Kenapa? Karena pertama sebagai Bupati dia tidak punya wewenang mengatur laut apalagi ombak di laut karena ini wilayah indonesia. Kedua Pariwisata ini soal selera, kenyamanan dan kemudahan jika Lotim mau tamu tamu dari luar negeri langsung datang dan stay maka segera perbaiki akomodasi buat kenyamanan dan lengkapi fasilitasnya,”kata Samsul Qomar yang kerap disapa SQ.
Kemudian alasan Hairul Warisin soal PAD dan kearifan lokal tidak bisa di benarkan apalagi lokasi surfing itu di tengah bukan di pantai langsung yang semestinya jika mau ada pendapatan siapkan fasilitas restauran atau warung yang menyediakan makanan dan minuman seperti di tanjung Aan atau Gerupuk dan lokasi lainnya.
Lebih lanjut SQ menyebutkan jika, Kebijakan Bupati ini juga tidak populis dan sara apalagi menyebut orang lombok tengah sebagai orang luar padahal jika bicara pariwisata semua saling kait mengait saling mendukung terintegrasi dan tidak rasis.
Kalau saja iron jadi Gubernur mungkin tidak ada yang boleh nonton moto GP kalau mereka tidak menginap di Lombok padahal kapasitas hotel dan ketersediaan transport dan lainnya tidak mencukupi dengan kebutuhan yang ada.
Jadi mestinya Lotim ini berbenah datangkan investor untuk bangun fasilitas yang cukup hotel dan vila yang bagus kemudian berikan kenyamanan jangan kayak preman main usir orang yang sedang cari nafkah dan tidak ada juga aturan yang mereka langgar.
“Baiknya Iron segera minta maaf kepada masyarakat Loteng khususnya insan pariwisata surfing yang dia permalukan bahkan di depan tamu tamu mereka yang berasal dari mancanegara,”tutup SQ.










