Lombok – Tokoh pemuda Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah memberikan pernyataan secara resmi atas kekecewaan nya selama kepemimpinan Bupati & Wakil Bupati Fathul – Nursiah.

An. Cket selaku tokoh pemuda mengatakan kami menolak keberlanjutan program-program yang dipimpin oleh Nursiah, terutama masalah penempatan pejabat dan realisasi janji politik.

“Jadi selama masa kepemimpinan fathul – Nursiah, warga Pringgarata merasa banyak janji yang tidak dilaksanakan,” ungkapnya Selasa (27/08/24).

Dilanjutnya, salah satu program Pemda termasuk pengadaan motor untuk Kepala Dusun yang dianggap sebagai pengeluaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan utama masyarakat.

Selain itu, banyak posisi penting seperti Camat, Kepala UPT Kesehatan, UPT Pertanian, Peternakan, dan Kepala Sekolah SMP diisi oleh individu dari luar daerah dan mengabaikan putra-putri daerah setempat.

Keluhan utama warga adalah ketimpangan dalam kebijakan penempatan pejabat yang dianggap tidak menguntungkan bagi masyarakat Pringgarata.

Kami merasa tidak ada apresiasi terhadap dukungan yang diberikan pada Pilkada 2019 lalu, di mana mereka telah berusaha memenangkan Nursiah.

“Sangat jauh beda pada saat kepemimpinan Suhaili 2010, tokoh setempat yang di angkat menjadi Camat bahkan Sekcam, kami rindu masa-masa Suhaili,” Tambah Cket nama akrabnya.

Sebagai respons terhadap kebijakan yang dinilai tidak memihak dan tidak memenuhi janji kampanye, warga Pringgarata secara resmi menyatakan Ogah mendukung dan Menolak dukung Fathul-Nursiah.

“Ini merupakan bentuk protes kami terhadap kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan lokal dan ketidakadilan yang dirasakan dalam pemerintahan saat ini,” tutupnya. (V)