Korancepat – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengumumkan pencapaian target pembangunan infrastruktur kerakyatan menjelang tutup buku tahun anggaran 2025. Dua program strategis, yakni pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan penataan estetika Kota Gerung, dilaporkan telah rampung sesuai jadwal.
Optimalisasi Anggaran dan Kolaborasi Lintas Sektor Sepanjang tahun 2025, Pemkab Lobar mengucurkan dana APBD sebesar Rp10 miliar yang dikhususkan untuk intervensi 350 unit RTLH. Namun, melalui strategi kolaborasi bersama Kementerian PUPR (Program BSPS), BAZNAS, dan sektor perbankan, total hunian yang berhasil diperbaiki meningkat tajam menjadi 556 unit yang tersebar di seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Perkim Lobar, Lalu Najamudin, merinci bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara transparan melalui skema nontunai langsung ke rekening penerima manfaat.
“Intervensi terbagi menjadi dua kategori, yakni peningkatan kualitas dengan plafon Rp20 juta per unit dan pembangunan baru sebesar Rp35 juta per unit. Seluruh proses diawasi ketat oleh fasilitator teknik untuk menjamin kualitas konstruksi,” jelas Najamudin saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (24/12).
Pihaknya menegaskan bahwa proses verifikasi lapangan menjadi filter utama guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat kategori miskin ekstrem, dengan prioritas kerusakan pada komponen struktural bangunan (atap, lantai, dan dinding).
Di sektor penataan ruang publik, Dinas Perkim sukses menyelesaikan rehabilitasi tahap pertama Taman Kota Gerung. Proyek senilai Rp3,5 miliar ini menandai upaya serius pemerintah dalam menghidupkan kembali ikon ibu kota yang sempat minim perawatan selama 12 tahun terakhir.
Pekerjaan yang memakan waktu 50 hari kalender tersebut telah mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) pada 22 Desember 2025. Perubahan signifikan terlihat pada:
* Pembangunan Ulang Koloseum: Restorasi total panggung utama.
* Ekspansi Tribun: Penambahan enam trap tribun yang meningkatkan kapasitas penonton dari 200 menjadi 800 orang.
* Penataan Gerbang: Estetika pintu masuk kawasan yang lebih modern dan representatif.
Menatap tahun anggaran mendatang, Pemkab Lobar telah mengusulkan kembali dana Rp10 miliar untuk keberlanjutan program RTLH. Selain itu, pemerintah daerah tengah melakukan lobi intensif untuk mendapatkan jatah 750 unit rumah dari skema “Program 3 Juta Rumah” berskala nasional.
Rencana jangka panjang juga mencakup pengembangan kawasan terpadu yang menghubungkan Taman Kota Gerung dengan Giri Menang Square (GMS), serta pembangunan Islamic Center.
“Target kami, seluruh kawasan terpadu ini dapat diresmikan pada momen Hari Jadi Lombok Barat, 17 April 2026, sebagai pusat budaya dan ruang publik utama bagi masyarakat,” tutup Najamudin.










