Mataram – Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB menggelar Aksi Demonstrasi di ibukota Provinsi NTB berakhir anarkis. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlokasi di Jalan Udayana, Kota Mataram, hangus terbakar oleh ribuan demonstrasi, Sabtu (30/08/2025).
Gedung DPRD NTB bagian Utara hangus dilalap api, sementara sisi selatan hanya terbakar sebagian. Selain itu, sejumlah inventaris kantor legislatif dilaporkan ikut dijarah massa.
Aksi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, pelajar hingga Ojol. Sebelumnya Massa menggelar aksi demonstrasi di Mapolda NTB, kemudian bergeser untuk memusatkan aksi di depan kantor DPRD NTB.
Pantauan tim korancepat.com sekitar pukul 13.00 WITA, Kobaran api serta gumpalan asap mulai terlihat di lantai 2 Dprd NTB. Api semakin membesar hingga menjalar ke lantai 3 dan menghanguskan gedung Legislatif NTB tersebut. Hingga pukul 13.33 WITA, kobaran api semakin membesar dan membakar bagian atap gedung DPRD NTB.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Sementara itu, massa aksi mulai berlarian menjauh dari gedung DPRD NTB, setelah Satuan Brimob Polda NTB menembakkan gas air mata. Kebakaran kantor DPRD NTB menjadi tontonan warga di sekitar lokasi.
Sebagai informasi, dalam aksi tersebut Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB 2025 menyampaikan enam poin tuntutan, yaitu:
1. Menolak RUU KUHAP yang dinilai melegitimasi kesewenangan aparat dalam tindakan represif.
2. Menghentikan segala bentuk represifitas dan intimidasi aparat penegak hukum terhadap massa aksi.
3. Mendesak kepolisian menindak pelaku penabrakan pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dan membuka transparansi kasus tersebut.
4. Membebaskan seluruh aktivis maupun massa aksi yang masih ditahan di berbagai daerah.
5. Mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
6. Meminta DPRD NTB menindaklanjuti poin tuntutan aliansi tertanggal 25 Agustus 2025.
Sebelumnya dalam aksi di Mapolda NTB, massa aksi berhasil masuk dan berhasil merusak sejumlah fasilitas, Seperti kaca jendela ruang lobi Mapolda NTB, tiang bendera patah dan fasilitas di depan gerbang Mapolda NTB. Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB kemudian berpindah ke Gedung DPRD NTB. (T)










