Lombok Tengah – Dalam pemberitaan sebelumnya, diduga telah ditemukan ss expired dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Mujur, Kecamatan Praya Timur (Pratim). Siswa tersebut atas nama Arzila Orlin Pramudita, salah satu siswi kelas 2 di SDN 3 Mujur mengeluhkan Susu mereka Frosian Flang yang disajikan sudah expired.
Terkait hal tersebut kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Praya Timur Lombok Tengah Uswatun Nisa mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di masing-masing sekolah ataupun Madrasah.
“Alhamdulillah saya hanya bisa ucapkan banyak terimakasih, atas kepedulian masyarakat terhadap penyaluran MBG di masing-masing sekolah ataupun swasta,” katanya, Kamis (4/9).
Cuman lanjutnya, pihaknya akan meluruskan persoalan yang sempat viral dan berita tersebut telah menyudutkan nama baik dapur MBG Praya Timur.
Dimana Susu yang dibagikan tidak mencantumkan tanggal seperti diberitakan, yang ada hanya bulan dan tahun.
“Di berita itu tercantum tanggal 26 Juli, sedangkan di susu yang kami pakai, bertuliskan Juli 2026, tidak tercantum tanggal hanya bulan dan tahun saja pada kemasan susu” paparnya.
Senada dikatakan ahli gizi SPPG Praya Timur Lombok Tengah Baiq Asmarani Candra Dewi, ia mengatakan, setiap menu makanan yang akan di distribusikan, satu persatu pihaknya periksa.
Dan pihaknya yakin tidak ada satupun yang tertinggal dari pemeriksaan. “Kami punya aturan dalam pendistribusian, itu jadi barometer Kami dan kami pastikan setiap menu makanan yang akan di distribusikan, tidak luput dari pemeriksaan,” akunya.
Pasalnya, sebagai petugas ahli gizi di Praya Timur Lombok Tengah, tanggung jawabnya besar, sebab ini program pusat dan untuk kemaslahatan anak bangsa. “Yang jelas kami sudah bekerja maksimal, jika ada satu dua yang salah, itu manusiawi namun kami tetap bekerja sesuai panduan,” ujarnya.
Sementara itu direktur Dapur MBG Praya Timur Lombok Tengah Amir Hamzah mengaku, sebagai tanggung jawab pengelola, pihaknya langsung ke sekolah SDN 3 Praya Timur atau sekolah tempat anak itu sekolah.
Dimana pengakuan dari kepala, malah tidak tau persoalan tersebut dan pihaknya tau di berita terkait keluhan siswa tersebut.
Tidak sampai di sana, karena di video itu kata siswa sudah di buang, pihaknya bersama kepala sekolah langsung ke tong sampah sekolah. Dan benar di sana ditemukan ada satu buah bekas Susu dan setelah di periksa bersama kepala sekolah, tertera Juli 2026, bukan 26 Juli seperti diberitakan.










