Korancepat – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mencatat kinerja signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data evaluasi tahunan, jumlah penanganan kasus penyelamatan non-kebakaran tercatat lebih tinggi dibandingkan kejadian kebakaran.
Kepala Dinas Damkar Lobar, H. Suherman mengungkapkan, selama periode Januari hingga Desember 2025, pihaknya telah menangani total 168 peristiwa penyelamatan. Mayoritas laporan tersebut berkaitan dengan evakuasi hewan liar dan melata yang masuk ke lingkungan permukiman warga.
“Sebagian besar laporan yang kami terima adalah permintaan evakuasi hewan, terutama ular dan biawak yang masuk ke rumah atau fasilitas umum dan berpotensi membahayakan,” ujarnya saat menyampaikan laporan kinerja tahunan, Senin (22/12).
Selain tugas penyelamatan, Damkar Lobar juga mencatat adanya 76 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025. Meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kasus penyelamatan, seluruh laporan kebakaran tetap direspons sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
Ia menuturkan, tidak semua laporan kebakaran berujung pada peristiwa besar. Beberapa laporan yang masuk ternyata merupakan aktivitas warga yang disalahartikan sebagai kebakaran, seperti pembakaran material aspal dalam pekerjaan perbaikan jalan.
“Setiap laporan tetap kami tindaklanjuti. Contohnya laporan dari kawasan BTN Shailendra, setelah dicek ternyata pembakaran aspal. Namun petugas tetap harus turun karena keselamatan tidak boleh diabaikan,” jelasnya.
Menurutnya, laporan tersebut diterima melalui sambungan telepon pada pagi hari. Damkar menegaskan tidak akan mengabaikan laporan apa pun demi menghindari risiko keterlambatan penanganan jika kejadian tersebut benar-benar berbahaya.
Dari sisi dukungan sarana dan prasarana, Damkar Lobar pada tahun 2025 memperoleh tambahan armada berupa satu unit kendaraan rescue. Penambahan ini dinilai cukup membantu dalam meningkatkan kecepatan dan efektivitas pelayanan penyelamatan.
“Sekarang kami memiliki satu unit ambulans dan satu mobil rescue yang siap digunakan untuk berbagai kondisi darurat,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan pada kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemadam kebakaran. Sejumlah peralatan yang digunakan saat ini telah berusia cukup lama dan perlu dilakukan pembaruan agar tetap memenuhi standar keselamatan kerja.
“APD kebakaran memang tersedia, namun beberapa sudah perlu diganti. Ini menjadi perhatian kami ke depan,” tambahnya.
Melalui refleksi kinerja ini, Damkar Lobar berharap partisipasi dan kesadaran masyarakat terus meningkat, terutama dalam melaporkan kejadian darurat secara bijak serta menjaga keamanan lingkungan guna meminimalkan potensi bahaya kebakaran maupun insiden lainnya.










