Oplus_131072

Lombok Barat, NTB – Sejumlah Masyarakat dan Keluarga Santri Yayasan Pondok Pesantren Aunul Ibad NW, Dusun Beroro, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jembatan Kembar pada Rabu 24 September 2025 Yang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) belum dapat kepastian terhadap apa sebenarnya penyebab sejumlah Santri dan Santriwati tersebut mengalami keracunan.

Untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut, pihak Puskesmas telah menyerahkan sampel makanan yang dikonsumsi para santri ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diuji laboratorium.

Kepala Puskesmas Jembatan Kembar Komang Arya, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat, menjelaskan mengenai prosedur pengujian sampel tersebut menunggu hasil dari BPOM.

“Untuk mengetahui hasil dari BPOM, estimasi waktu pengerjaan normalnya adalah sekitar 20 hari. Sampel sudah diantar dan diterima pihak BPOM, sedangkan untuk estimasi pengerjaannya untuk normalnya 20 hari tapi akan diusahakan lebih cepat untuk kasus yang ini,”jawab komang kepada media korancepat.com

Dilanjut komang, Mengingat kasus ini menyangkut kesehatan masyarakat dalam jumlah besar, pihak Puskesmas menyatakan akan mengupayakan percepatan.

“Tapi akan diusahakan lebih cepat untuk kasus yang ini, bisa satu minggu lebih cepat,” tambahnya.

Pihaknya juga menjelaskan bagaimana alur keluarnya hasil uji lab. Dimana Nanti Hasilnya akan keluar melalui aplikasi langsung ke Dinkes (Dinas Kesehatan) Lobar.

Adapun kronologi kejadian dugaan keracunan MBG tersebut, Sebelumnya menurut catatan Puskesmas Jembatan Kembar, gejala keracunan mulai muncul pada pukul 09.30, setelah mereka menyantap MBG, dengan 6 orang siswa pertama tiba di Puskesmas sekitar pukul 10.00.

Para siswa yang mengalami gejala ringan, seperti pusing, mual, dan muntah, datang secara bertahap. Hingga siang hari sekitar pukul 12.00, beberapa siswa dengan kondisi membaik sudah diperbolehkan pulang.

Kemudian, sekitar pukul 17.30 wita datang lagi 12 santriwati, diikuti 4 orang pada pukul 19.15 wita, dan 2 orang lagi sekitar pukul 20.30 Wita. Gelombang terakhir datang hingga pukul 22.00 wita.

“Totalnya yang masuk 26 orang. Tapi sekarang, alhamdulillah, semuanya sudah dipulangkan,” tutup Komang Arya”.