LOMBOK – Acara Pembayun dan Pemaos yang di rangkai dengan memperingati Hari Ulang Tahun Organisasi Masyarakat (Ormas) Gagak Hitam yang ke-10 di adakan di sentra IKM Rotan dan Ketak atau Atte Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Merupakan Upaya melestarikan adat dan budaya Sasak. Ketua Umum Gagak Hitam NTB, Ir. H. Jidan Hadi, M.Pd. mengundang semua para tokoh adat untuk mengikuti Festival tersebut. Dalam rangka melestarikan dan mengangkat budaya Sasak yang memiliki potensi untuk memajukan daerah Lombok kedepannya.

“Festival ini juga memperkenalkan budaya Pembayun dan Pemaos ini agar menjadi ikon budaya kedepannya,” kata H. Jidan sapaan akrabnya kepada Media.

Dilanjutkan H. Jidan, bahwa Peserta Pembayun dan Pemaos ini diikuti oleh 12 Peserta dari beberapa kecamatan di pulau Lombok.

Selain menjadi Ketua Ormas Gagak Hitam, H. Jidan juga yang merupakan ketua Pembayun dan Pemaos Mbape Budiman Kidalang Gaib, bermaksud kedepannya adat dan budaya ini lebih maju kedepannya supaya adat dan istiadat di lombok ini kami pertahankan jangan sampai tergerus oleh budaya luar.

“Kami berharap dengan adanya Festival Pembayun dan Pemaos ini supaya pemerintah kedepannya lebih memperhatikan para budayawan lokal untuk lebih sering mengadakan lomba atau Festival seperti ini agar generasi Sasak kedepannya lebih melek dengan adat dan budaya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, tokoh pemuda Jopi Hendrayani, SH. bersyukur dengan diadakan Festival Pembayun dan Pemaos ini karena merupakan lecutan bagi generasi muda kedepannya untuk ikut belajar ilmu adat dan istiadat yang dimana seiring berjalannya waktu hal seperti Pembayun dan Pemaos ini perlahan akan memudar kalau tidak dilestarikan.

“Penting Dinas terkait juga untuk meng atensi agar kedepannya memfasilitasi para budayawan ini untuk mendapatkan panggung di dinas dan lainnya,” tutup jopi.