Korancepat.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (Lobar) resmi memasuki era baru di bawah kepemimpinan H. Kemas Burhan, M.Pd. Sosok pendidik senior yang dikenal sarat pengalaman “asam garam” ini hadir membawa misi besar: memperkokoh fondasi kedisiplinan siswa sebagai kunci utama menuju madrasah unggulan yang kompetitif.
Menanggapi dinamika mutasi jabatan yang sempat menjadi perbincangan, H. Kemas menyikapinya dengan sikap tenang dan profesionalitas tinggi sebagai abdi negara. Baginya, rotasi tugas adalah amanah mulia untuk membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan.
H. Kemas menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan pada posisi administratif, melainkan pada dampak nyata pengabdian.
“Saya telah mengalami berbagai fase mutasi; dari pejabat struktural di kantor Kemenag menjadi guru, hingga memimpin madrasah di pelosok dengan jumlah siswa yang terbatas. Semua saya jalani dengan istiqomah. Bagi saya, jabatan kepala madrasah hanyalah tugas tambahan, namun status utama saya di bawah sumpah adalah seorang guru,” tegasnya, Sabtu (24/12026).
Rekam jejak Kemas Burhan bukanlah perjalanan singkat. Mengabdi sejak sebelum tahun 1996, ia telah melanglang buana dari pondok pesantren hingga berbagai madrasah di NTB. Prestasi yang pernah ditorehkannya pun tidak main-main, mulai dari membangun eksistensi MTsN Jereweh hingga membawa MTsN 1 Praya meraih penghargaan Lingkungan Sekolah Sehat tingkat Nasional.
Kekayaan pengalaman inilah yang ia bawa ke MAN Lobar. Ia memahami bahwa setiap madrasah memiliki “atmosfer” yang berbeda, sehingga dibutuhkan sentuhan kepemimpinan yang adaptif dan bijaksana.
Sebagai prioritas dalam program kerja awal, Kemas Burhan mengidentifikasi kedisiplinan sebagai tantangan utama. Namun, alih-alih menggunakan pendekatan kaku, ia memilih metode “Humanis-Persuasif”.
Beberapa terobosan strategis yang mulai diterapkan antara lain:
* Akselerasi PBM: Menegakkan aturan waktu mengajar tanpa menunggu kelas penuh, guna menghargai siswa yang disiplin hadir tepat waktu.
* Apel Silaturahmi Pagi: Memperkuat soliditas guru melalui pertemuan singkat setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai.
* Sinergi Wali Murid: Membangun komunikasi dua arah agar orang tua turut berperan aktif dalam mengontrol kebiasaan siswa di rumah, terutama terkait dampak negatif penggunaan gawai yang memicu keterlambatan.
Meski baru menjabat hitungan minggu, tangan dingin Kemas Burhan mulai membuahkan hasil. Dukungan penuhnya langsung mengantar tim Paskibra MAN Lobar meraih juara. Ke depan, ia telah membidik kompetisi bergengsi seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Olimpiade Matematika Internasional (OMI).
“Kami ingin setiap prestasi, sekecil apapun, mendapat apresiasi dan terekspos dengan baik melalui kekuatan media. Publik perlu tahu bahwa MAN Lobar terus berinovasi dan melahirkan talenta hebat,” tambahnya.
Menutup keterangannya, H. Kemas mengajak seluruh elemen mulai dari guru, siswa, hingga masyarakat luas untuk melepaskan polemik administratif dan fokus pada kualitas pendidikan.
“Mudah-mudahan kita terus ikhtiar untuk fokus pada tupoksi sebagai pendidik. Saya memohon dukungan masyarakat, pandanglah kami dengan aura positif agar kami bisa melakukan hal-hal baik. Jika ada keliru, mohon diluruskan segera. Mari kita laksanakan amanah ini secara maksimal di sisa masa pengabdian kami sebagai abdi negara,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan yang mengalir dan pendekatan penuh kesabaran, optimisme kini menyelimuti MAN Lobar untuk bertransformasi menjadi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat melalui kedisiplinan.










