Korancepat.com – Lombok Tengah – Di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, dua tokoh yang memiliki latar belakang berbeda, Pak Nurdji dan Samsul Hamdi, mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam memilih pemimpin. Nurdji, mantan Kepala Desa Mujur dan seorang penggerak perubahan, meminta agar warga tidak salah dalam menentukan pilihan. Dia menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang mampu membawa Desa Mujur menuju kemajuan dan daya saing yang lebih baik.
Nurdji menyatakan, “Pilihlah pemimpin desa yang memiliki relasi yang luas, jaringan yang kuat, dan terbukti siap untuk membawa Mujur menjadi desa yang mandiri dan inovatif.” Pesan ini disampaikan kepada awak media pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara itu, Samsul Hamdi, S.Pd., yang akrab disapa Andi, turut mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh praktik politik uang. Ia menekankan bahwa hal tersebut dapat merusak tatanan Desa Mujur dan berdampak negatif hingga delapan tahun ke depan.
Andi, yang dikenal sebagai tokoh muda dan mantan anggota BPD Desa Mujur, berharap agar masyarakat bersikap bijak dalam menentukan pilihan. Ia juga mengingatkan bahwa kontestasi pemilihan kepala desa seharusnya tidak merusak hubungan kekeluargaan di antara warga.
“Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan selama proses pemilihan kepala desa ini,” ajaknya. Ia menegaskan pentingnya memilih calon pemimpin yang benar-benar berkompeten untuk membawa Mujur ke arah yang lebih baik, adil, dan sejahtera.
Di kesempatan lain, Nurdji kembali menekankan kepada seluruh warga Desa Mujur untuk bersatu dalam memilih pemimpin yang tepat, teruji, dan yang memiliki jaringan luas. Jaringan luas ini, menurutnya, penting untuk memfasilitasi koordinasi dengan pejabat, baik di level kabupaten maupun pusat, demi terciptanya masyarakat yang adil, aman, dan harmonis.
Beliau juga berharap agar pelaksanaan pilkades dapat berlangsung dengan jujur, adil, dan damai. Nurdji mengajak panitia pemilihan untuk menjaga transparansi dan integritas selama proses tersebut, sehingga kontestasi pilkades dapat berlangsung dengan aman dan damai. “Jadilah panitia yang berintegritas dan memiliki posisi moral yang jelas,” tutup Nurdji dengan penuh harapan.










